welcome

welcome to my blog and enjoy the content of it!!!!!!

Kamis, 04 Maret 2010

dwt dan lwt

DWT
Untuk mengetahui seberapa berat sebuah kapal dilakukan dengan menghitung
displasemennya, untuk mengetahui seberapa besar sebuah kapal dilakukan dengan
menghitung tonasenya dan untuk mendapatkan gambaran seberapa berat muatan
yang bisa dimuat dilakukan dengan mengetahui DWTnya.
Bobot mati/Deadweight tonnage/Deadweight/Deadload/DWT adalah berat dari Muatan, Bahan bakar, Minyak pelumas, Air tawar, ballast, provisi (perbekalan), Penumpang dan Anak buah kapal (ABK) atau Berat kapal keseluruhan dalam keadaan muatan penuh dan siap untuk berlayar dikurangi berat kapal kosong termasuk mesin, permesinan dan perpipaan /Lightweight/Lightmass/LWT Berat Kasko (kapal kosong) Lightweight/Lightmass/LWT adalah Displasemen dikurang
DWT Koefisien Bobot mati/Deadweight coefficient/Cd adalah koefisien yang digunakan untuk membuat estimasi displasemen dan Ukuran utama kapal pada tahap awal perencanaan
Cd = DWT/Displasemen
Pada tahap awal perencanaan kapal, Displasemen hanya bisa diketahui dengan
menghitung DWT terlebih dulu dan menentukan angka Cd sesuai dengan type kapal.
Skala bobot mati/Deadweight scale adalah table yeng menunjukkan hubungan antara
sarat kapal dengan DWT, Freeboard, Displasemen, TPI dan MTC, table ini menjadi
perhatian serius Pemilik kapal, Nakhoda,dan para perwira kapal.
Tonase bobot mati (Inggris: deadweight tonnage disingkat DWT) adalah jumlah bobot/berat yang dapat ditampung oleh kapal untuk membuat kapal terbenam sampai batas yang diijinkan dinyatakan dalam long ton atau metrik ton . Batas maksimum yang diijinkan ditandai dengan plimsol mark pada lambung kapal.

Tonase bobot mati didefinikan sebagai perjumlahan dari bobot/berat berikut ini:
muatan barang,
bahan bakar,
air tawar,
air ballast,
barang konsumsi,
penumpang,
awak kapal.
Tonase bobot mati (juga dikenal sebagai bobot mati, disingkat DWT, DWT, dwt, atau dwt) adalah ukuran berapa berat kapal membawa atau dapat dengan aman membawa. [1] [2] [3] Ini adalah jumlah dari berat kargo, bahan bakar, air tawar, air pemberat, ketentuan, penumpang, dan awak. [1] Istilah ini sering digunakan untuk menentukan kapal maksimum yang dibolehkan bobot mati, para DWT ketika kapal terisi penuh sehingga Plimsoll line berada pada titik penyelaman, walaupun mungkin juga menunjukkan aktual kapal DWT tidak diambil untuk kapasitas.
Tonase bobot mati secara historis dinyatakan dalam ton panjang namun kini biasanya diberikan internasional dalam ton. [4] tonase bobot mati bukan merupakan ukuran kapal perpindahan dan tidak boleh disamakan dengan mendaftar bruto atau tonase bersih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar