welcome

welcome to my blog and enjoy the content of it!!!!!!

Jumat, 30 Desember 2011

disadarkan akan pentingnya passion

udah lama ga posting nih.......hehehhe

musim libur tenang dari ITS tempat ane kuliah gan, harusnya disambut dengan riang karena bisa berlibur dan "menenangkan diri" untuk menghadapi Ujian Akhir Semester. tapi, di tanggal 23 hari jum'at seminggu sebelum minggu tenang ane ikut ujian interview mata kuliah di jurusan ane gan. ane ujian jam 4 sore setelah sebelumnya harus diundur dari jam 9 pagi,,,,
ga tau kenapa ane kesambet setan apa, ane maju pertama tuh ujian, di dalam ruangan awalnya terkendali hingga ada beberapa hal yang menyebabkan ane kena makian bahasa daerah dan ane dapat mentahan kotoran lewat kata-kata, heummmm, apeesss bgt ane gan... ckckckckckckck parah gan
setelah hari itu ane teruss murung setiap waktu, pengen nangis rasanya kalau diinget-inget kata-katanya, apalagi keluar celotehan pas ane dimaki "kamu lebih pantes jadi politikus daripada jadi engineer", ane tersentak dengernya.... n selalu terngiang di benak ane

Senin, 31 Oktober 2011

sistem bilga di kapal

Sistem bilga memiliki fungsi utama yaitu sebagai penguras (drainage) apabila tejadi kebocoran pada kapal yang disebabkan oleh grounding (kandas) atau Collision, sistem harus mampu memindahkan air dengan cepat dari bagian dalam keluar kapal. sedangkan fungsi sampingnya yaitu sebagai penampungan air yang jumlahnya relative kecil yang terkumpul pada sumur bilga (bilge well) sekaligus sebagai pengurasannya.

Cara kerja dari sistem bilga ini adalah menampung berbagai zat cair tersebut kedalam sebuah tempat yang dinamakan dengan bilge well, kemudian zat cair tersebut dihisap dengan menggunakan pompa bilga dengan ukuran tertentu untuk dikeluarkan dari kapal melalui Overboard. Sedangkan zat cair yang mengandung minyak, yaitu yang tercecer didalam Engine room akan ditampung didalam Bilge Well yang terletak dibawah Main Engine, kemudian akan disalurkan menuju Incinerator dan Oily Water Separator untuk dipisahkan antara air, kotoran dan minyaknya. Untuk minyaknya dapat digunakan lagi sedangkan untuk air dan kotoran yang tercampur akan dikeluarkan melalui Overboard.

Pada kapal air di tiap kompertement yang akan dibuang keluar oleh sistem bilga dapat berasal dari :

· Pengembunan air laut pada pelat

· Perembesan pada sambungan pelat sebagai akibat kurang baiknya sambungan tersebut (karena retak)

· kebocoran pada shaft tunnel

· masuknya air laut dari penutup palka

Sistem bilga dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu :

1. Clean Bilge System, merupakan sistem yang digunakan untuk mengatasi terjadinya kebocoran kapal khusus pada ruang muat untuk kapal cargo.

2. Oily water Bilge System, merupakan sistem yang digunakan untuk mengatasi kebocoran dan drainage air pendingin di kamar mesin. Sistem ini terpisah dari sistem yang digunakan pada ruang muat karena jenis fluida yang ditangani berbeda, yaitu air yang bercampur minyak.

Komponen-komponen sistem bilga terdiri dari :

· Well (sumur/penampungan)

Bilge Well merupakan suatu tempat dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan untuk menampung berbagai kotoran atau dalam bentuk zat cair yang ada di kapal. Jumlah dari bilge well minimum dua buah untuk kiri dan kanan sepasang dan setimbang

· Pipa utama

Pipa yang digunakan untuk melayani pipa cabang yang menyalurkan fluida cair dari tiap kompartmen sebelum masuk ke pompa

· Pipa cabang

Pipa yang digunakan untuk melayani dan mengatasi khusus pada compartment saja,Sedangkan konfigurasi instalasi perpipaannya terdiri dari Branch (satu cabang pipa untuk mengatasi satu bilge well.

· Pompa

Pompa digunakan untuk menghisap fluida cair dari tiap compartment yang kemudian akan di buan ke overboard. Khusus untuk fluida yang dikamarmesin maka tidak langsung dibuang ke overboard melainkan di simpan terlebih dahulu di sludge tank setelah itu di masukkan ke OWS barulah boleh dikeluarkan ke overboard dalam keadaan maksimal 15PPM

· Valve

Valve atau katup digunakan untuk mengatur ataupun membuka atau menutup aliran fluida

· OWS (oily water separator)

OWS hanya digunakan untuk fluida yang ada di kamarmesin. Hal ini dikarenakan di kamarmesin air akan terkontaminasi oleh minyak, oleh sebab itulah fluida tersebut harus di masukkan ke OWS terlebihdahulu setelah itu barulah dikeluarkan ke overboard dalam keadaan maksimal 15PPM.

· Overboard

Overboard merupakan tempat yang digunakan untuk semua proses pembuangan air yang tidak berguna lagi dan yang bersifat clean, Overboard terletak diatas garis air muat dan Padasatu outboard harus diberi satu katup jenis SDNRV.

Selasa, 25 Oktober 2011

Tipe Karakteristik dan Material dari Pipa

*resume dari kuliah sistem perpipaan kapal

pipa adalah alat untuk transportasi fluida (gas dan liquid). biasanya dalam sebuah sistem di kapal dibagi kedalam beberapa bagian antara lain source (tanks, sea chest), transporter (pipe, hawse), power supply (pump, compressor), regulator (valves, fittings, accesories) sinks (tanks, overboard)

tipe pipa berdasarkan manufaktur atau pembentukannya terbagi menjadi 2 macam yaitu;
1. seamless pipe, pipa dibuat dengan melubangi selongsong silinder dengan bara api. biasanya pipa jenis ini dibuat untuk ukuran diameter dibawah 8"

2. welded pipe. pipa dibuat dari plat yang dilas
- longitudinal seam welded pipe
pipa yang terbuat dari plat datar yang ditekuk (dibending) kemudian di las

- spiral welded pipe. terbuat dari plat datar yang digulung spiral kemudian di las.
tipe pipa berdasarkan klasifikasi user dibagi kedalam bagian berikut;
1. standard pipa
2. pressure
3. line
4. water well
5. oil country tubular goods
6. other pipes

tipe pipa berdasarkan materialnya adalah dengan mengikuti gambar bagan berikut:
biasanya dalam pembuatan pipa, bahan yang sering digunakan adalah
- carbon steel
- carbon moly
- galvanees
- ferro nikel
- stainless steel
- PVC
- chrom moly

sedangkan setiap pipa mempunyai kelas tersendiri. kelas tersebut biasanya ditentukan dari regulasi oleh badan yang berwenang (klasifikasi contohnya BKI, GL, ABS) berikut standar kelas pipa yang disarikan dari GL;
- pipa kelas I. adalah pipa yang masuk untuk semua kondisi toxic and corrosive media, inflammable media with service temperature above flash point, inflammable media with a flash point 60 oC, liquified gasses. steam thermal oil dengan design pressure >= 16 bar atau temp>300 oC. air, gas, LO, hydrolic oil, boiler feedwater, condensate, seawater & freshwater for cooling, brine in refrigerating dengan design pres >= 40 bar atau design temp > 300 oC. liquified fuel dengan design press >16 bar design temp>150 oC. cargo and venting lines for gas and chemical tankers pada semua kondisi bisa dipakai pipa jenis ini.

- Pipa kelas II. dan kelas III dapat dilihat dari tabel berikut;
pipe requrements atau syarat pipa dengan ketentuan sebagai berikut;
- flow rate yang berpengaruh besar terhadap diameter. flowrate juga dapat dijadikan sebagai input parameter yang kaitannya didapat dari clas rule dan statutory (solas, marpol) serta project guide dan tergantung oleh design.
- strength yang tergantung dari pressure, temperature, tipe fluida.